Sport

Proyek Tol Dijadwalkan Masuk Ring Road Juni, Dishub Sleman Prediksi Dua Jalur Terdampak

×

Proyek Tol Dijadwalkan Masuk Ring Road Juni, Dishub Sleman Prediksi Dua Jalur Terdampak

Sebarkan artikel ini



Cerp-lechapus.net, SLEMAN—Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman direncanakan penggarapannya masuk ring road pertengahan Juni ini. Sebagai wilayah yang berpotensi terdampak dari proyek ini, Dinas Perhubungan Sleman berharap instalasi rambu-rambu dan perbaikan jalan terdampak dapat segera dilengkapi.

Proyek pembangunan tol akan masuk di area ring road utara sepanjang kurang lebih satu kilometer mulai dari barat UTY hingga tikungan Ngawen. Konstruksi yang akan digarap di area tengah ring road Trihanggo ialah pembangunan bore pile. Bore pile berfungsi sebagai tiang penyangga tol melayang di atas ring road. Dalam proses penggarapannya ruas jalan 12 meter di tengah ring road akan dipakai untuk area protek, menyisakan jalan selebar delapan meter di sisi utata maupun selatan untuk lalu lintas kendaraan.

Terkait dengan rencana proyek tol yang akan masuk ke area ring road Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana pada Selasa (4/6/2024) menilai ada dua ruas jalan di bawah kewenangan kabupaten yang akan terdampak pengerjaan proyek ini. Dua jalan tersebut yakni Jl. Kabupaten yang mengarah ke selatan dan Jl. Kronggahan yang mengarah ke selatan.

Tanpa adanya proyek di area ring road, ruas Jl. Kabupaten-Kronggahan menjadi salah satu jalan penting bagi aktivitas masyarakat. Jalan ini merupakan jalur menuju RSA UGM dan rute alternatif ke area Pemkab Sleman.

“Beban utamanya pasti yang terdampak berat itu yang Jl. Kabupaten RSA ke utara. Harapan kami nanti betul-betul menjadi fokus pengaturan lalu lintasnya di situ. Karena kalau panjang antrean nanti semakin [panjang], belum itu ada keluar masuk rumah sakit, belum depannya ada distributor air mineral, minyak, gandum,”

Ruas Jl. Kabupaten-Kronggahan sendiri tidak terlalu panjang dan terdapat APILL di tiap ujungnya. Arip berharap tidak ada antrean kendaraan di jalur ini saat proyek berlangsung.

“Ruas tidak panjang, ada Lalin [APILL] dan kondisi jalannya mendekati simpang itu udah agak itu [rusak]. Sehingga memang nanti kita lihat seberapa besar pengaturan lalu lintasnya,” ungkapnya.

Baca Juga

Tol Jogja-Solo: Melayang di Atas Ringroad Utara, Ini 4 Titik Exit Toll Ruas Maguwo-Trihanggo

Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo Ruas Maguwo-Trihanggo Ringroad Utara: Mulai Dipatok, Ini Jadwal Pembayaran Ganti Rugi

Tol Jogja Solo di Atas Ring Road Dibangun Mulai Juni, Kendaraan Tetap Bisa Lewat

Peningkatan volume kendaraan di Jl. Kabupaten-Kronggahan bisa diurai dengan skema lalu lintas yang tepat. Misalnya dengan pemasangan rambu informasi di area pertigaan Maguwoharmo, Jl. Magelang maupun Jl. Wates. Dengan begini, kendaraan memiliki opsi untuk melintas di jalur lain dan tidak terjebak di area simpang empat Kronggahan.

“Nanti kan ada pengaturan rambu-rambu sebelum entah itu dari yang Jl. Godean, Munggur ke utara, artinya kan informasi yang diberikan kepada masyarakat baik dari luar kota maupun pengguna dalam kota harus disiapkan betul,” tegasnya.

“Sehingga ada pilihan kalau sampai Jombor, mau ke kanan atau ke kiri. Gamping juga, Jl. Wates sebelum ke Pelemgurih ada pilihan dia harus ke kanan dan sebagainya. Termasuk nanti kendaraan-kendaraan besar upayakan tidak melewati titik itu,” imbuhnya.

Maka dari itu, instalasi rambu-rambu sangat penting dilakukan di tahap persiapan untuk mengurai volume kendaraan yang melintas di sekitar lokasi proyek.

“Utamanya perambuan, bahkan kalau dari arah Tempel itu sudah mulai ada pekerjaan pondasi untuk yang tol atas sehingga terjadi penyempitan dan sebagainya itu harus diinformasikan sejak awal ke masyarakat. Sehingga ada pilihan,” ujarnya.

“Kalau ada signing jauh-jauh kan dia bisa persiapan mengambil keputusan. Jangan sampai nanti kejebak di situ.

Selain aspek rambu-rambu, Arip berharap perbaikan jalan di Jl. Kabupaten-Kronggahan bisa dilakukan sebelum proyek bergulir. Harapannya jika peningkatan volume kendaraan terjadi di situ kondisi jalan lebih aman digunakan untuk melintas.

“Ya nanti khususnya untuk RSA sampai simpang empat kronggahan, ada perbaikan entah itu yang memperbaiki bina marga sleman atau dari tol, itu yang menjadi kesepakatan banti,” tegasnya.

Sebelumnya Humas PT. Adhi Karya pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto menjelaskan utilitas seperti sepator, lampu penerangan, pohon, maupun rambu akan direlokasi di jalan ring road akan direlokasi terlebih dahulu sebelum proyek bergulir.

“Pertama relokasi tentang aset-aset publik, utilitasnya yang ada di sana, yang di ring road itu, kemudian itu kan harus dipindahkan utilitasnya,” ujarnya.

Terkait dengan rekayasa lalu lintas yang bakal diterapkan selama proyek berlangsung, pengembang tol tak bisa memutuskan skenario itu sendiri. Pihak tol akan menunggu skenario rekayasa lalu lintas yang mungkin diterapkan dari pihak yang berwenang.

“Kami enggak bisa putuskan sendiri, itu harus bersama-sama. Kalau untuk simulasi rekayasa lalu lintas kita kan enggak punya kewenangan. Yang jelas kita cuma akan sampaikan nanti yang kita gunakan di tengah itu 12 meter, kita kasih beton barier, beton pembatas kiri-kanan terus kita kasih seng atau pagar penutup di atasnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *