Sport

Nrimo, Aktif Berkarya, Jaga Pola Makan

×

Nrimo, Aktif Berkarya, Jaga Pola Makan

Sebarkan artikel ini



SLEMAN—Pemilihan Duta Lansia Istimewa yang diselenggarakan BKKBN DIY bekerja sama dengan sejumlah mitra menguak tiga rahasia lansia tetap sehat dan bahagia, yaitu sikap nrimo, tetap aktif berkarya (tidak menganggur), dan menjaga pola makan.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani menyimpulkan hal tersebut dari pengalamannya menemui para lansia selama 8 bulan ini mengemban tugas di DIY. Ritamariani yang sebelumnya lama bertugas di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan ini mengaku penasaran dengan tingginya usia harapan hidup di DIY (tertinggi di Indonesia), demikian pula dengan persentase jumlah penduduk lansianya yang terbesar.

Sikap nrimo artinya menerima kondisi menua yang dialami dengan ikhlas dan gembira hati. Jadinya dijauhkan dari stres beban pikiran lainnya. Selanjutnya tetap aktif berkarya membuat fisik dan pikiran selalu terasah.

“Saya malah sakit-sakitan kalau disuruh menganggur,” kata dia. Ritamariani pun menirukan jawaban yang diterimanya saat bertanya kepada lansia yang masih aktif berjualan di pasar, “Walau anak-anaknya berusaha melarang dan menyuruhnya bersantai saja di rumah, tidak perlu mencari penghasilan karena semua kebutuhan dapat dicukupi anak-anaknya. Resep hidup sehat terakhir adalah makan secukupnya, tidak berlebihan dan tidak makan yang aneh-aneh. Agaknya inilah resep lansia di DIY mencapai umur panjang,” imbuh Ritamariani.

Proses pemilihan Duta Lansia Istimewa sendiri sudah dilaksanakan pada 20 April sampai 20 Mei 2024 lalu. Sedangkan pengumuman hasil penilaian sekaligus penobatan Duta Lansia Istimewa dilaksanakan di Ballroom Indraprasta Hotel Sahid Babarsari, Senin (27/05/2024). Kegiatan ini dihadiri Deputi BKKBN Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Nopian Andusti. Dalam sambutannya, Nopian mengingatkan bahwa jumlah penduduk lansia dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan.

“Data Susenas Maret 2023 memperlihatkan sebanyak 11,75 persen penduduk adalah lansia. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,27 persen dibandingkan dengan tahun 2022” ungkap Nopian.

Di DIY, persentase penduduk lansianya yang tertinggi di Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia dapat memberikan dampak positif apabila penduduk lanjut usia berada dalam keadaan sehat, aktif, dan produktif. Penuaan penduduk menimbulkan tantangan yang harus dihadapi, baik oleh lansia sendiri, keluarga lansia, masyarakat, maupun pemerintah.

Salah satu tantangan utama yang saat ini dihadapi oleh Indonesia adalah bagaimana mempertahankan kualitas hidup lansia, mengingat bertambahnya usia umumnya disertai dengan penurunan kapabilitas fisik dan diiringi dengan bertambahnya penyakit degeneratif, dan disabilitas yang meningkatkan kebutuhan akan pendampingan dan perawatan jangka panjang terhadap lansia.

Peningkatan pertumbuhan lansia membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak untuk turut serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Sejalan dengan hal tersebut, Deputi menyambut baik penyelenggaran pemilihan Duta Lansia Istimewa yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN DIY bekerja sama dengan Fakultas Psikologi UGM melalui lembaga risetnya yang dikenal sebagai Center for Life-Span Development (CLSD). Untuk lebih memperkokoh kemitraan tersebut dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh Andi Ritamariani dan Dekan Fakultas Psikologi Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D.

Dari 6 orang Duta Lansia Istimewa Kakung dan 6 orang Duta Putri yang telah lolos seleksi sebelumnya, terpilih dan dinobatkan sebagai Duta Lansia Istimewa terbaik Edy Muhammad (Duta Kakung) dari Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Wredha Utama Yogyakarta dan Sukijah (Duta Putri) dari BKL Durian Bantul. Keduabelas lansia itu terpilih setelah melewati penilaian berdasarkan profil tertulis dan video profil kegiatan sehari-hari, serta penilaian wawancara.

Acara ditutup dengan diskusi panel dengan pembicara Kepala CLSD Sutarimah Ampuni, M.Si., MPsych., Ph.D yang mengupas implementasi 7 Dimensi Lansia Tangguh, dan Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL), Dwi Endah Kurniasih, SKM, MPH. yang membahas perawatan jangka panjang bagi lansia. Sebanyak lebih dari 200 peserta mengikuti kegiatan ini, sebagian besar adalah kaum lansia dari berbagai Kelompok BKL yang ada di DIY. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *