Sport

Masih Populer, Tiga Nama Ini Bersaing Ketat di Pilkada Jawa Tengah

×

Masih Populer, Tiga Nama Ini Bersaing Ketat di Pilkada Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini



Cerp-lechapus.net, JAKARTA—Hendrar Prihadi, Sudaryono, dan Taj Yasin Maimoen bakal bersaing ketat di Pilkada Jawa Tengah.

Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN), Syifak Muhammad Yus mengatakan bahwa ketiga nama tersebut masih cukup populer dan diminati oleh warga Jawa Tengah saat ini.

Syifak menjelaskan dari hasil survei terbaru yang dilakukan oleh IDN pada 5-12 Mei 2024 terhadap 800 responden dengan angka margin of error 3,46% pada tingkat kepercayaan 95%, ketiga nama tersebut meraih suara tertinggi.

“Nama yang muncul tertinggi yaitu Hendrar Prihadi 19,6 persen ada di posisi puncak, disusul Sudaryono di angka 15,7 persen dan Taj Yasin Maimoen 14,9 persen. Sementara Dico Ganinduto 9,9 persen, Yusuf Chudlori 9,2 persen dan Ahmad Luthfi 8,6 persen,” tuturnya di Jakarta, Kamis (16/5/2024).

Hendrar Prihadi merupakan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang juga Mantan Wali Kota Semarang selama dua periode.

Sudaryono merupakan Ketua Gerindra Jawa Tengah yang juga mantan asisten pribadi (aspri) Prabowo Subianto.

Lalu, Taj Yasin Maimoen merupakan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, atau wakil dari Ganjar Pranowo.

Syifak menjelaskan bahwa ketiga nama itu juga diminati oleh para anak muda generasi milenial.

BACA JUGA: Dipasangkan dengan Fokki untuk Pilkada Jogja, Afnan: Selama Ini Belum Pernah Berkoordinasi

Berdasarkan data IDN, di segmen anak muda nama Hendrar Prihadi meraih 18,7% di posisi puncak, disusul Sudaryono 15,2% dan Taj Yasin Maimoen 12,2%.  “Jadi tiga nama tersebut bersaing ketat di segmen anak muda dari hasil temuan survei kami di Bursa pilkada Jateng,” katanya.

Selain itu, Syifak mengatakan bahwa sifat kepemimpinan yang diharapkan wong cilik dalam menentukan pilihan yang tertinggi adalah merakyat sebanyak 15,2% orang responden, kemudian berpengalaman ada sebanyak 13,4 %, taat beragama sebanyak 11,8 dan memiliki kecerdasan 10,2 %.

“Sedangkan pertimbangan wong cilik dalam menentukan pilihan yang tertinggi dilihat dari sosok calon gubernur sebanyak 21,5 persen, latar belakang agama 14,7 persen, dan latar belakang profesi 12,3 persen,” ujar Syifak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *