Sport

Jelang Pilkada 2024, Satpol PP Dorong Jaga Warga Punya Peran Wujudkan Ketertiban Masyarakat

×

Jelang Pilkada 2024, Satpol PP Dorong Jaga Warga Punya Peran Wujudkan Ketertiban Masyarakat

Sebarkan artikel ini



JOGJA—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY mendorong Kabupaten Bantul dan Sleman mempercepat pembentukan Kelompok Jaga Warga. Hal ini seiring dengan gelaran Pilkada 2024 yang akan segera berlangsung di kabupaten/kota di DIY.

Plt. Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan keberadaan kelompok Jaga Warga di masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Terlebih, jelang Pilkada yang akan segera dimulai.

“Harapannya Kelompok Jaga Warga bisa menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat kita, terutama jelang Pilkada ini juga bisa terlibat dalam edukasi black campaign sehingga tidak terjadi gesekan sosial di masyarakat,” terang Noviar dalam talkshow ‘Ngobrolin Jaga Warga‘ yang digelar Radio Star Jogja, Selasa (4/6/2024).

Dalam gelar wicara tersebut, Noviar mengungkapkan saat ini Kelompok Jaga Warga yang telah terbentuk di DIY mencapai lebih dari 94%. Pada tahun ini, Satpol PP DIY tengah mendorong percepatan pembentukan Kelompok Jaga Warga agar memenuhi target 100%. Dari 5 kabupaten/kota di DIY, tersisa Bantul dan Sleman yang belum 100% terbentuk Kelompok Jaga Warga-nya.

Di seluruh DIY, kelompok Jaga Warga bisa dibentuk di tingkat padukuhan, kampung, maupun rukun warga (RW), sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Sesuai amanat Pergub DIY No. 41/2023, kelompok Jaga Warga mempunyai tugas, membantu menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, serta memberikan saran dan pertimbangan kepada dukuh/ pengurus kampung dalam urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Selain itu, kelompok ini juga melakukan koordinasi dengan pranata sosial masyarakat yang ada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum di lingkungan masyarakat.

“Jaga Warga berdampingan dengan pranata sosial di masyarakat. Misal, kalau siskamling di suatu wilayah tidak berjalan, Jaga Warga bisa mulai menginisiasi. Jadi Jaga Warga bukan mengambil alih tugas yang ada, melainkan bermitra,” terang Noviar.

Keberadaan Jaga Warga sangat berperan saat pandemi Covid-19 yang lalu. Modal sosial dan inisiatif yang tinggi dari masyarakat DIY dalam hal kerelawanan membuat kelompok ini mampu berperan optimal saat pandemi, salah satunya bergotong-royong membantu warga yang melaksanakan isoman dengan mendistribusikan obat, vitamin, serta bahan makanan dalam bentuk cantelan sayur.

Dengan demikian, Noviar berharap keberadaan Jaga Warga tidak hanya berkaitan dengan menjaga ketentraman dan ketertiban umum, melainkan juga mengatasi persoalan lain di masyarakat. Misalnya, persoalan sampah dan mengatasi kemiskinan.

“Harapannya bisa menggali potensi ekonomi di masyarakat untuk bisa meningkatkan kesejahteraan di masyarakat DIY,” kata dia.

Hingga saat ini, pembiayaan bagi Kelompok Jaga Warga berasal dari Dana Keistimewaan berupa pemberian rompi dan HT, serta operasional Omah Jaga Warga melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan kepada 41 kalurahan.

Noviar menegaskan siapapun bisa bergabung dengan Kelompok Jaga Warga. Baik itu pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga perempuan.

“Mari kita sama-sama bergabung di kelompok Jaga Warga di lingkungan masing-masing. Siapapun yang mau bergabung, kenapa tidak? Selama itu inisiatif mereka sendiri. Terima kasih sudah mau berperan untuk ketentraman di Jogja,” katanya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *