Sport

Jelang Iduladha, Kesehatan Ternak untuk Hewan Kurban Terus Dipantau

×

Jelang Iduladha, Kesehatan Ternak untuk Hewan Kurban Terus Dipantau

Sebarkan artikel ini



Cerp-lechapus.net, SLEMAN— Pemantauan kesehatan ternak  hewan kurban menjelang Iduladha terus dilakukan. Pengawasan kesehatan melibatkan sejumlah dokter hewan dari Pasar Hewan, Puskeswan hingga Dinas Pertanian.

Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang, Yuda Andi Nugroho mengungkapkan pengawasan kesehatan hewan tetap rutin diadakan menjelang Idul Adha. Pengawasan ini melibatkan petugas medis yang memang bertugas di Pasar Hewan Ambarketawang maupun bekerja sama dengan Puskeswan dan Dinas Pertanian.

BACA JUGA: Transaksi Ternak Meningkat Jelang Iduladha, Perputaran Uang di Pasar Hewan Ambarketawang Capai Rp3 Miliar

“Untuk di pasar hewan seperti kebiasaan rutin ya kita ada pengawasan kesehatan,” kata Yuda pada Selasa (4/6/20224).

Aspek yang diawasi setidaknya ada dua hal. Mulai dari segi lalu lintas, hingga aspek kesehatan ternak untuk mengantisipasi adanya penularan penyakit. 

“Jadi kita mengawasi lalu lintas ternak yang masuk ke pasar hewan. Dari segi kesehatan antisipasi penyakit yang berbahaya,” tegasnya. 

Terkait lalu lintas ternak, Yuda mengungkapkan saat ini tidak ada larangan masuknya ternak dari wilayah tertentu. Meski demikian Yuda tetap mengantisipasi potensi masuk ternak dari daerah berbahaya. 

“Sejauh ini kita tidak ada larangan, kita tetap antisipasi. Artinya pos lalu lintas sudah membatasi, jadi yang ke pasar hewan diupayakan sudah tidak ada yang dari daerah berbahaya,” imbuhnya.  

Hingga kini, Yuda menyebut kondisi ternak yang masuk ke Pasar Hewan Ambarketawang terbilang sehat. “Secara umum masih kondisi sehat, walaupun masih ada beberapa penyakit-penyakit lama seperti PMK atau LSD tapi tidak terlalu membahayakan jadi masih bisa dikendalikan,” tandasnya. 

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, jumlah kurban yang dipotong di Sleman pada 2023 ada sebanyak 9.432 ekor sapi, 12.003 ekor domba, dan 2.603 kambing. Dari jumlah tersebut angka kasus cacing hati sapi sebesar 7,78%, kasus cacing hati kambing sebanyak 0,58% dan kasus cacing hati domba sebesar 0,27%.

Sementara itu Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY, Yuna Pancawati menegaskan ketersediaan hewan kurban di DIY mencukupi tahun ini. Tak sekadar cukup, kesehatan hewan yang masuk ke wilayah DIY pun terus diawasi. 

“Ketersediaan cukup yang utama lagi kesehatan hewan, kesehatan hewan sudah dilakukan vaksinasi dan juga dipantau oleh puskeswan, ada dokter hewan yang selalu siap siaga,” tuturnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *