Sport

Berkat Aloe Vera, Kini Marcus Punya Usaha

×

Berkat Aloe Vera, Kini Marcus Punya Usaha

Sebarkan artikel ini



Cerp-lechapus.net, GUNUNGKIDUL—Tanaman berpelepah menjulur berbentuk segitiga sama kaki dengan duri kecil di sepanjang kedua tepi ini sering disebut aloe vera. Nama lainnya lidah buaya sebab bentuk keduanya mirip. Tanaman yang diperkirakan berasal dari Afrika ini telah menyebar hingga Arab, India, Eropa, Asia Timur, dan negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia.

Persebarannya yang luas tidak terlepas dari karakteristik tanaman yang menyukai tempat kering. Tidak sulit membudidayakan aloe vera, termasuk di Kabupaten Gunungkidul yang memang daerah karst dengan permasalahan air tiap tahunnya.

350 meter ke barat dari Gua Maria Sendang Rosario, Ngijorejo, Kalurahan Gari, di sebuah rumah berteras semen beratap seng yang hanya disangga lonjoran bambu dan pilar yang tampaknya merupakan kayu mahoni, Marcus keluar menggunakan kaus, celana panjang abu-abu, dan sandal jepit.

Seng memang tak dapat diandalkan untuk menghalau panas. Beruntung, ada ratusan aloe vera yang tertanam di atas lahan basah di depan rumah Marcus. Hanya dengan melihatnya saja, bayangan dan rasa pengar perlahan hilang.

Di meja berlapis banner yang kuyu, empat jenis produk aloe vera berjejer. Ada permen, kripik, bubuk minuman, dan masker bubuk.

Marcus Nanang Setyawan kini berumur 27 tahun dan menjadi pengusaha aloe vera. Padahal, sembilan tahun silam, ia masih bekerja di perusahaan manufaktur yang membuat spare part mobil di Cikarang, Bekasi. Waktu kerjanya hingga 12 jam sehari.

“Normal cuma 8 jam saja. Tapi saya ngambil lembur jadi ya lebih 12 jam sehari. Biar bisa jadi pegawai tetap, soalnya perusahaan memilih karyawan rajin,” kata Marcus di rumahnya, Jumat (7/6).

BACA JUGA: Kisah Sukses Pemilik Rocket Chicken, Dapat Nama Brand saat Mandi

Upah Marcus kala itu dapat mencapai Rp10 – Rp15 juta. Itu jika lembur. Kalau tidak, hanya upah pokok sebesar Rp3,8 juta. Ia memilih opsi pertama. Sabtu-Minggu pun ia masuk kerja. Namun, pilihan yang mau tidak mau harus ia ambil tersebut diganjar setimpal dengan kesehatannya. Ia ambruk dan opname sepekan di rumah sakit di Bekasi.

Awalnya ia hanya terserang asam lambung. Belakangan, penyakitnya bertambah. Ia komplikasi. Tipes, Demam Berdarah, Liver, dan Batu Empedu membebani tubuhnya yang kurus.

“Pengobatan itu sama sekali tidak dikover BPJS. Saya bayar mandiri, belasan juta. Tabungan habis,” katanya.

Bagai peribahasa terjatuh dihimpit janjang, rapor kerja Marcus merah semua akibat opname dan tidak dapat bekerja. Dampaknya, ia tidak dapat diangkat jadi karyawan tetap. Tak pikir panjang, ia balik ke Gunungkidul pada 2019 akhir.

Awal 2020, ia sebenarnya ingin bekerja, namun urung lantaran tubuhnya belum pulih. Dari titik inilah, produk olahan aloe vera miliknya muncul.

“Saya lihat ada lidah buaya di halaman rumah yang ditanam bapak saya dulu tahun 2017. Itu saya konsumsi rutin. Kondisi saya membaik. Nah, saya putuskan membudidayakan lidah buaya dan produk turunannya,” ucapnya.

Produk pertama yang ia buat adalah nata de aloe vera, mirip nata de coco. Ia bungah lantaran produknya laku. Celaka tiga belas. Covid-19 merangsek dan keran ekspedisi berhenti. Marcus masygul.

Tak mau lama-lama murung, ia riset produk baru. “Saya mikir cara bikin produk tanpa pengawet dan bisa dikirim ke luar daerah. Jadilah minuman bubuk aloe vera.” lanjutnya.

Ide produk itu juga tidak lepas dari pertemuannya dengan seorang frater/ calon pastor yang meminta bantuannya untuk mencari buah mengkudu. Buah ini diolah menjadi bentuk bubuk untuk minuman.

Produk bubuk aloe vera ia mulai dijual di Pasar Argowijil, Gari pada pertengahan 2020. Pembeli antusias hingga meminta Marcus mengirim produk ke rumah pembeli. Mayoritas pembeli merasa manfaatnya untuk meredakan asam lambung.

Marcus tampak dituntun oleh kekuatan transedental untuk bertemu orang-orang yang berpengaruh dalam pengembangan produknya. Di Pasar Argowijil itu juga ia kemudian berjumpa wartawan asal Riau.

Wartawan itu mengarahkan Marcus untuk bertemu pejabat daerah yang mengurus bidang usaha kecil menengah. Dari situ, ia berlanjut ke Dinas Kesehatan Gunungkidul untuk mendapat sertifikasi produk industri rumah tangga (PIRT) pada 2021.

Variasi produk miliknya bertambah. Pada 2022, produk permen jeli aloe vera menjadi produk unggulan miliknya. Setahun setelahnya, bubuk aloe vera ori untuk teh dan masker ia buat. Produk ini juga permintaan pembeli yang ingin mengonsumsi minuman aloe vera tanpa gula/ simplisia.

BACA JUGA: Kisah Fai, Mahasiswa Difabel Tuli yang Pandai Menari

Produk-produk miliknya didistribusikan melalui toko-toko. Saat ini, Marcus mengaku hanya fokus ke pasar daring/ online. Ia menyadari potensi besar Shopee, Tokopedia, dan Tik-tok. Digital marketing menjadi hal yang tak lagi asing. Ia membranding produknya sebagai minuman berkhasiat berbahan herbal. Per bulan, ia dapat mengirim hingga 200 produk denga omset dapat mencapai Rp10 juta.

Wisata Edukasi

Aloe vera yang ia budidayakan ada tiga jenis yaitu chinensis, barbadensis, dan ferox. Hanya, ia fokus pada dua jenis saja yaitu chinensis barker dan barbadensis miller. Keduanya perpelepah besar. Khususnya chinensis lebih cepat dipanen, setahun. Barbadensis malahan lebih lama dipanen.

Berhasil membudidayakan aloe vera, Marcus justru masih kesulitan membuat variasi produk. Padahal, tren pasar berpusar pada produk aloe vera tanpa gula. Sedangkan, gula dibutuhkan untuk kristalisasi sebagaimana permen.

“Gula juga jadi pengawet alami. Kami tidak pakai pengawet sama sekali semua produk,” pungkasnya.

Marcus mempersilakan Cerp-lechapus.net untuk mencoba minuman aloe vera dalam gelas kaca. Sekilas, warnanya seperti minuman setup, namun rasanya seperti agar-agar dalam wujudnya yang masih cair.

Ia berencana untuk mengembangkan usahanya lebih jauh. Sekarang, ia sedang menjalankan wisata edukasi budidaya dan pengolahan aloe vera. Di bawah payung nama usaha Marvera yang merupakan akronim dari Marcus Aloe Vera, ia segera bergabung dalam Desa Wisata Gari. “Besok Minggu ada tamu dari Desa Wisata Nglanggeran mau berkunjung ke sini,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *