Sport

4 Kelompok Tani Kulonprogo Dapat Bantuan Irigasi Pompa, 80 Hektare Lahan Tadah Hujan Teraliri

×

4 Kelompok Tani Kulonprogo Dapat Bantuan Irigasi Pompa, 80 Hektare Lahan Tadah Hujan Teraliri

Sebarkan artikel ini



Cerp-lechapus.net, KULONPROGO—Sebanyak empat kelompok tani di Kulonprogo yang biasanya menggunakan sistem pertanian tadah hujan mendapat bantuan pembangunan irigasi pompa untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Bantuan itu dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Kelompok tani yang mendapat bantuan pembangunan ini dari empat kalurahan berbeda, yaitu Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo; Kalurahan Tuksono, Kapanewon Senotolo; Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih; dan Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan. Empat kalurahan ini dinilai paling tepat mendapatkan bantuan ini dibanding 20an kelompok tani dari kalurahan lain.

Penilaian dan penentuan kelompok tani yang mendapat bantuan pembangunan irigasi pompa ini dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo. Dimana faktor utama penilaian adalah kondisi geografis serta sumber air dan kebutuhan serta produktivitas pertanian yang sudah ada.

Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan DPP Kulonprogo, Kirmi menjelaskan target yang diberikan Direktorat Sarana Prasarana Pertanian, Kementan kepada penerima bantuan pembangunan adalah mampu mengaliri 20 hektar lahan. “Jadi total seluruhnya nanti 80 hektare lahan di Kulonprogo dari program bantuan ini,” katanya, Rabu (22/5/2024).

Kirmi menjelaskan seluruh penerima bantuan kini kondisi perairannya menggunakan tadah hujan. Sehingga dengan bantuan irigasi pompa ini produktivitas dapat ditingkatkan dengan panen yang lebih dari sekali dalam setahun.

Pembangunan irigasi pompa ini target utamanya membangun tampungan air dan sistem kelistrikan pompa airnya. “Kelistrikannya menggunakan PLN, karena kajian kami kalau pakai energi terbarukan seperti panel surya maka biaya perawatannya tinggi,” ungkapnya.

BACA JUGA: APBD Tersedot untuk Pilkada, Perbaikan Jalan di Gunungkidul Andalkan Bantuan Pusat

Sementara Kepala DPP Kulonprogo, Drajat Purbadi menjelaskan pihaknya juga akan mengusahakan lebih banyak pembangunan sarana prasarana irigasi. “Kami juga mencoba untuk mendapat bantuan dari CSR dan pendanaan lain seperti Dana Keistimewaan,” terangnya.

Drajat menyebut kebutuhan pembangunan irigasi memang meningkat, terbukti dengan banyaknya permohonan yang diajukan kelompok tani. “Irigasi ini penting untuk meningkatkan produktivitas di mana di Kulonprogo ini potensi hasil taninya terutama padi tinggi,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *